Perawatan gigi untuk Ibu hamil

May 20, 2011 by husna  
Filed under Dental Clinic

ibu-hamil-2Kehamilan adalah saat yang sangat penting bagi wanita yang merindukan kehadiran buah hati, juga buat bayi yang dikandung, karena merupakan proses awal perkembangan anak manusia. Apa yang dialami oleh sang ibu dalam masa kehamilan berpengaruh terhadap tumbuh kembang anak di dalam kandungan.

Seringkali saya mendapat pertanyaan, “Bagaimana caranya supaya gigi anak saya sehat dan kuat?” Pertanyaan ini akan lebih baik jika diajukan pada waktu anak belum dilahirkan, karena proses pembentukan gigi berlangsung sejak anak masih di dalam kandungan. Bagi orang tua yang menginginkan gigi anaknya kuat dan sehat penting untuk memahami proses tumbuh kembang gigi, sehingga bisa mengambil langkah-langkah apa yang mesti dipersiapkan menghadapi kehamilan.

Masa kehamilan yang berlangsung selama lebih dari sembilan bulan, bukan masa yang pendek, banyak hal yang bisa terjadi yang berkaitan dengan kesehatan ibu. Perubahan secara fisik dan hormonal akan terjadi pada sang ibu. Hal ini karena kebutuhan Ibu berubah, ada kehidupan lain yang harus ditanggung di dalam rahimnya. Perubahan hormonal ini i menyebabkan sang Ibu rentan terhadap penyakit gigi dan mulut, sehingga dijumpai angka kesakitan gigi biasanya meningkat pada masa kehamilan ini, terlebih bagi ibu yang memang telah memiliki infeksi kronis pada gigi dan mulutnya, misalnya radang gusi dan gigi berlubang. Untuk menghindari kesakitan gigi dan mulut, seorang Ibu hendaknya benar-benar mempersiapkan dirinya untuk menghadapi masa kehamilan.

Ada beberapa langkah yang sebaiknya dilakukan sebelum kehamilan, yaitu:
1. Bersihkan gigi geligi dari karang gigi dengan melakukan skaling,
2. Lakukan penambalan gigi berlubang
3. Lakukan pencabutan gigi-gigi yang sudah mati

Kalau anda belum mempersiapkan langkah persiapan namun sudah terlanjur hamil, dalam trimester I konsultasikan ke dkter gigi untuk dapat melakukan perawatan yang tidak bersifat infasif.

Kebutuhan nutrisi ibu hamil juga mesti diperhatikan, asupan gizi bagi ibu hamil hendaknya mencukupi untuk kebutuhan Ibu dan bayi. Kapankah pembentukan gigi geligi itu dimulai? Dan zat gizi apa saja yang diperlukan. Ketika usia kandungan memasuki 7 minggu pembentukan benih gigi sudah dimulai, meskipun gigi susu baru akan muncul ke rongga mulut pada waktu anak berusia 6 bulan. Sejak saat pembentukan benih gigi kebutuhan nutrisinya harus sudah dicukupi, bukan pada waktu gigi susu mulai keluar, tidak ada salahnya ibu hamil mengkonsumsi suplemen dan multivitamin. Hal lain yang perlu diperhatikan oleh Ibu hamil adalah agar selalu menjaga kebersihan mulutnya, terlebih pada awal kehamilan dimana pada umumnya ibu hamil mengalami muntah yang berlebihan, sehingga suasana mulut cenderung asam, sangat beresiko untuk terjadinya gigi berlubang, peningkatan frekuensi sikat gigi dan penggunaan obat kumur akan sangat membantu menurunkan resiko gigi berlubang.

Seandainya kesakitan gigi tidak bisa dihindari pada masa kehamilan, segeralah mencari pertolongan dengan berobat ke dokter gigi, sehingga kesakitan tersebut tidak sampai mengganggu kehamilan, jangan sembarang mengkonsumsi obat, karena tidak semua obat-obatan aman dikonsumsi bagi ibu hamil. Bahkan jenis antibiotika tertentu dapat menyebabkan kecacatan tetap pada gigi yang akan nampak sampai sang anak dewasa. Semoga tips ini bermanfaat dan selamat menjalani kehamilan dengan menyenangkan.

Pentingnya Gigi Susu bagi Anak

May 20, 2011 by husna  
Filed under Dental Clinic

gigi-susu-21Kehadiran anak dalam keluarga akan menjadi penyempurna kebahagiaan berkeluarga. Kesehatan anak menjadi perhatian orang tua, sebaliknya kesakitan yang dialami anak akan menjadi mendung dalam keluarga, seandainya bisa setiap orang tua akan dengan sukarela menggantikan posisi sakit sang buah hati.

Dalam uraian kali ini akan saya sampaikan tentang arti penting gigi susu bagi anak-anak. Periode gigi anak atau gigi susu berawal pada umur anak 6 bulan ketika gigi pertama tumbuh dan akan lengkap jumlah gigi susu menjadi 20 buah pada usia 24 bulan.

Mengapa kesehatan gigi susu menjadi penting?

Karena gigi susu mempunyai fungsi yaitu:

  1. Untuk fungsi pengunyahan, dan merangsang pertumbuhan rahang
    Dalam perkembangan anak, alangkah bijaksana jika orangtua memberikan makanan anak sesuai perkembangan giginya. Makanan yang terlalu lunak kurang memberikan rangsang mekanik pada rahang untuk berkembang, yang pada akhirnya menyebabkan ukuran lengkung rahang yang lebih kecil daripada ukuran lebar gigi, sehingga terjadi gigi berjejal.
  2. Untuk fungsi bicara , gigi depan khususnya mempunyai peran penting untuk pengucapan, adalah bijaksana bagi orang tua untuk memberikan contoh pengucapan yang benar, tidak perlu kita mengucapkan dengan gaya “dicedalkan”
  3. Untuk pembimbing arah bagi gigi pengganti.
    Gigi susu berfungsi membimbing arah pertumbuhan dari gigi pengganti. Mempertahankan gigi susu dalam kondisi sehat, sampai waktunya tanggal adalah cara terbaik. Untuk itu penting untuk merawat gigi dan mencegah kerusakan gigi susu sehingga fungsi ini bisa benar-benar terjaga

Bagaimana caranya supaya gigi susu dapat berfungsi dengan baik sesuai fungsinya? Tentunya harus diupayakan gigi susu dapat bertahan dalam keadaan sehat di dalam rongga mulut hingga waktunya tanggal, cara satu-satunya adalah menjaga kebersihan gigi anak sehingga terhindar dari penyakit gigi, khususnya gigi berlubang. Namun permasalahannya tidaklah semudah itu untuk mengajak anak mau menggosok gigi. Hal lain yang tidak kalah penting adalah tidak membiasakan anak mengkonsumsi makanan yang kariogenik atau yang bisa menyebabkan karies gigi atau gigi berlubang. Hal ini tidaklah mudah terlebih dalam kehidupan sehari-hari begitu banyak makanan kecil yang sangat menggoda anak untuk mengkonsumsinya.

Berikut ini beberapa tips yang patut untuk dicoba.

  1. Perkenalkan anak untuk menggosok gigi sedini mungkin, begitu gigi anak pertama muncul perkenalkan langsung dengan sikat gigi, mulailah dengan bermain-main pada saat mandi, bermain air adalah hal yang disukai anak. Kemudian pelan-pelan ajar anak menggosok gigi bersama dengan orang tua memberi contoh, jadikan kegiatan menggosok gigi adalah hal menyenangkan bukan menakutkan. Pilihlah sikat gigi dengan bentuk yang menjadi kesukaan anak, (banyak dijual dipasaran) Pergunakan pasta gigi dengan rasa buah-buahan yang disukai anak. Ketika anak lebih kooperatif kita bisa arahkan gerakan menggosok gigi yang benar.
  2. Usaplah gigi anak setelah tertidur malam dengan kain atau kapas basah. Hal ini perlu untuk dilakukan sebab menggosok gigi yang dilakukan baru sekedar perkenalan. Tapi pada anak yang sudah bisa bekerjasama ajaklah menggosok gigi sebelum tidur.
    Jangan biasakan anak mengkonsumsi makanan yang kariogenik, yaitu makanan yang bersifat manis dan melekat, jika tidak bisa dihindari biasakan untuk berkumur atau menggosok gigi sesudahnya bila memungkinkan. Biasakan anak mengkonsumsi makanan mengacu kepada empat sehat lima sempurna.
  3. Jangan biasakan memberikan susu botol sebagai pengantar tidur, hal ini sangat beresiko untuk terjadi karies rampan (gigis) dan menyebabkan terganggunya pertumbuhan rahang
  4. Berkonsultasilah dengan dokter gigi, untuk bisa mendapatkan perawatan pencegahan penyakit gigi berlubang, misalnya topical aplikasi dan fissure sealant. Topikal aplikasi adalah pemberian lapisan Fluor pada permukaan gigi, sehingga email lebih kuat terhadap cairan asam, sehingga lebih tahan terhadap karies gigi. Fissure sealant adalah perawatan dengan menambal permukaan cekung gigi khususnya pada gigi geraham, yang merupakan titik rawan awal terjadinya gigi berlubang.

Gigi susu memiliki peran penting dalam tumbuh kembang anak. Lebih bijaksana bagi kita untuk mencegah daripada mengobatipenyakit yang akan muncul dengan langkah-langkah yang telah kami sampaikan, semoga bermanfaat.

Karang gigi dan Bahaya_nya

May 20, 2011 by husna  
Filed under Dental Clinic

karang-gigi-3

Karang gigi diartikan sebagai endapan keras yang berwarna putih kekuningan sampai hijau kehitaman yang menempel pada permukaan gigi, restorasi maupun pada gigi palsu. Hampir sebagian orang memiliki karang gigi di mulutnya dengan tingkat keparahan yang berbeda. Sampai saat ini karang gigi dan penyakit yang diakibatkannya, merupakan penyebab terbesar kedua hilangnya gigi, setelah karies.

Bagaimana karang bisa terbentuk?

Plak yang menempel pada permukaan gigi kita terdiri atas, air ludah, sisa makanan dan bakteri. Plak yang tak dibersihkan akan menerima timbunan calsium yang bersumber dari air ludah dan cairan gusi, yang akhirnya membentuk karang. Daerah yang merupakan muara kelenjar ludah mayor akan lebih mudah terjadi karang gigi yaitu di permukaan gigi rahang bawah yang menghadap lidah, dan permukaan gigi geraham atas yang menghadap ke pipi. Sedangkan cairan ludah akan membentuk karang gigi pada daerah di perbatasan gusi dengan gigi.

Dapatkah karang gigi dicegah?

Mencegah 100% mungkin tidak, mengingat proses terjadinya sangat alami. Namun dengan cara menggosok gigi yang benar dan pola makan yang baik, yaitu mengurangi makanan manis melekat dan memperbanyak sayur dan buah yang berserat, akan menghambat pertumbuhan karang gigi.

Apakah akibat karang gigi?

Penyakit pertama sebagai akibat karang gigi adalah radang gusi, pada saat ini di masyarakat hampir semua orang menderita radang gusi dengan tingkat keparahan yang bermacam-macam. Tanda-tanda dari radang gusi adalah, gusi berwarna merah mengkilat, licin, tidak rapi, nampak menggembung dan pada keadaan yang parah biasa disertai pendarahan bila disentuh, bahkan perdarahan spontan pada keadaan yang lebih parah. Radang gusi yang tak dirawat akan berlanjut menyebar ke jaringan pendukung gigi, khusunya selaput periodontal yang ditandai rasa linu dan tidak nyaman waktu digigitkan, lebih lanjut lagi dapat menyebabkan kerusakan tulang alveolar. Tulang alveolar adalah bagian dari tulang rahang tempat tertanamnya akar gigi. Pada keadaan ini gigi akan goyang, yang jika dibiarkan akhirnya gigi akan lepas dengan sendirinya. Akibat lain yang tak kalah mengganggu adalah bau mulut yang tidak sedap, atau halitosis.

Apakah karang gigi bisa menyebabkan gigi sensitif/linu?

Karang gigi yang tertimbun pada leher gigi kita akan menyebabkan gusi kita mengecil atau resesi akibatnya bagian leher gigi yang harusnya tertutup gusi menjadi terbuka dan sangat sensitif terhadap suhu dan sentuhan menjadi

Bagaimana mengatasi radang gusi?

Untuk mengatasi radang gusi dan penyakit periodontal lainnya, dengan menghilangkan sumbernya yaitu karang gigi. Karang gigi tidak bisa dihilangkan dengan menggosok gigi biasa. Pembersihan karang gigi bisa dilakukan di sarana pelayanan kesehatan gigi menggunakan alat khusus yang disebut skaler. Untuk radang gusi yang ringan dengan poembersihan karang gigi, biasanya akan membaik dengan sendirinya dalam 3 sampai 5 hari. Namun pada kasus yang sedang sampai berat diperlukan pemberian obat-obatan untuk mengatasi radang gusi.

Lakukan perawatan gigi Anda Min.setiap 6 bulan sekali

Semoga bermanfaat.. :)